Sekolah
memang sangat melelahkan, tapi itu sebuah kewajiban dengan segala kegiatan di dalamnya.
Kebetulan pada waktu itu adalah acara yang memang menjadi kegiatan rutin kelas X, camping, semua
orang di sekolah yang menjadi bagian dari camping, sibuk dengan
kegiatannya masing-masing, termasuk guru-guru pengajar di sekolah gue, mereka
juga ikut camping, seharian gak ada guru yang masuk kelas, serasa di
surga memang.
Setelah seharian tanpa kerjaan di sekolah, Akhirnya..
bel pulang sekolah yang gue tunggu pun berbunyi, karena menunggu bel pulang
sekolahlah emang tujuan gue buat pergi ke sekolah.
karena hari
itu mendung, gue langsung cabut dari sekolah buat pulang ke rumah.
Air hujan yang deras menyambut gue ketika sampai
di rumah, pakaian basah dan celana sekolah gue yang basah memaksa gue untuk
berganti pakaian dengan kaos oblong lengkap dengan celana boxer, gue memutar playlist
serta mengecilkan volume
suaranya. Dan berbaring di tempat tidur.
suaranya. Dan berbaring di tempat tidur.
lagu yang
pertama gue putar di playlist adalah ‘’Semua Tentang Kita – Peterpan” Mata
gue terpejam, terlintas ingatan ketika gue akan camping,
saat itu...
H-3 dari
pemberangkatan menuju parakan kondang, kebetulan regu gue lagi sibuk-sibuknya
untuk persiapan camping, sedang orang-orang di regu pada sibuk dengan
urusannya, gue bareng fahmi malah bingung mau ngapain.
“udah mi, sekarang kita ngambil pager pesenan!.” Seru gue ke si fahmi
“gilak, naik apa kita?.” Tanya fahmi.
“pake motor umiew aja.” Kata gue
spontan.
“Oke, motor gue yang bawa, elu
megang pager!.” Kata fahmi dengan yakin.
“Anjriiittt..” jerit gue dalam
hati, gue di bonceng motor bebek sambil megang pager setinggi 3 meter, mending
kalo deket, lah ini.. 4km.
Gue diam sebentar, “kalo misalkan gue nolak,
ini pager engga ada yang ngambil, kalo misalkan gue yang megang, gimana
caranya?!” akhirnya..
“Gimana?!.” Jerit fahmi
“Oke gue yang megang, tapi awas
elu hati-hati bawa motornya!.”
“beres..”
Fahmi
pun mengambil kunci motor punya umiew, dan mulai men-Stater motor kharisma
125cc andalannya umiew,
5 Menit motor
di-Stater,
10 Menit motor di-Stater
15 Menit motor
di-Stater.
“Elu bisa bawa motor ga sih?!”
“Bentar jom, hidup itu ga ada
yang instan, ini bukan mie, semuanya juga butuh perjuangan.”
Akhirnya motor
umiew pun nyala, dan kami berdua pun berangkat menuju tempat pengambilan pager
*Ketika di perempatan jalan*
Kreeet... Kreeet...
“Elu ngapain?.” Tanya gue.
“Mampus, rem belakangnya blong.”
Kata fahmi
"Lu jangan becanda dong.”
“Kampret, elu liat sendiri nih.”
Kata Fahmi sambil mengijak rem belakang.
“TERUS GIMANA?? AAAAKK!! ITU ADA
AKI-AKI MAU NYEBRANG!!.” Jerit gue.
Fahmi pun mengoper
gigi, ke gigi rendah, menarik full gas, dan membanting stang motor ke
arah kanan.
Ngueeeeeng.....
Aki aki yang tadi nyebrang pun ga jadi fahmi tabrak, jantung gue ga karuan di bonceng sama dia.
Setelah
melewati perjalanan yang mencekam, akhirnya kami berdua pun sampai di tempat
pengambilan pager, gue lemes liat ukuran pager,
“Pak, ini bisa di bawa pake motor
ga?.” Tanya gue lemes.
“sebenarnya sih ga bisa,tapi..
gini aja bawanya...”
Terang si
bapak, sambil membantu gue buat megang pager. Setelah duduk sambil megang pager
gue kaget setengah mati, si monyet (Re: Fahmi) langsung narik handle
gas.
“nyet!! Pelan-pelan nyet!!” jerit
gue
“iya, iya.. santai aja kalem”
seru fahmi
Santai santai ketek lu ubanan!!. Gue yang megang
pager, duduk susah pula, elu cuman bilang santai, gue mana bisa santai!!,
serasa pengen gue gantung dia di pager.
Setelah capek jerit – jerit sepanjang jalan, Akhirnya.. kita berdua sampai, alhamdulillah selamat dan fahmi ga jadi gue gantung, karena ga ada yang bawa motor nantinya.
Pager pun gue simpen dan gue cat, terus melanjutkan kesibukan gue sebagai anggota dari regu gue, setelah semuanya selesai untuk hari ini, tidak terasa gelapnya malam telah menghampiri, dan gue harus pulang, karena gue harus sekolah.
*Musik di playlist gue pun
berganti. Saat ini lagu yang gue dengar adalah “kisah klasik – Sheila on 7”*
Masa- masa
seperti ini lah yang bakal menjadi sebuah memory yang tersimpan indah
di dalam kepala kita, sebuah moment yang membuat kita mengerti apa arti dari
pertemanan, persahaban, percintaan dan kasih sayang. Yap.. Masa – masa sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar