Kamis, 26 Desember 2013

camping, pager, dan aki aki


                Sekolah memang sangat melelahkan, tapi itu sebuah kewajiban dengan segala kegiatan di dalamnya. Kebetulan pada waktu itu adalah acara yang memang menjadi  kegiatan rutin kelas X, camping, semua orang di sekolah yang menjadi bagian dari camping, sibuk dengan kegiatannya masing-masing, termasuk guru-guru pengajar di sekolah gue, mereka juga ikut camping, seharian gak ada guru yang masuk kelas, serasa di surga memang.

Setelah seharian tanpa kerjaan di sekolah, Akhirnya.. bel pulang sekolah yang gue tunggu pun berbunyi, karena menunggu bel pulang sekolahlah emang tujuan gue buat pergi ke sekolah.
 karena hari itu mendung, gue langsung cabut dari sekolah buat pulang ke rumah.


 Air hujan yang deras menyambut gue ketika sampai di rumah, pakaian basah dan celana sekolah gue yang basah memaksa gue untuk berganti pakaian dengan kaos oblong lengkap dengan celana boxer, gue memutar playlist serta mengecilkan volume
suaranya. Dan berbaring di tempat tidur.
lagu yang pertama gue putar di playlist adalah ‘’Semua Tentang Kita – Peterpan” Mata gue terpejam, terlintas ingatan ketika gue akan camping,



saat itu...




H-3 dari pemberangkatan menuju parakan kondang, kebetulan regu gue lagi sibuk-sibuknya untuk persiapan camping, sedang orang-orang di regu pada sibuk dengan urusannya, gue bareng fahmi malah bingung mau ngapain.

“udah mi, sekarang kita ngambil pager pesenan!.” Seru gue ke si fahmi

“gilak, naik apa kita?.” Tanya fahmi.

“pake motor umiew aja.” Kata gue spontan.

“Oke, motor gue yang bawa, elu megang pager!.” Kata fahmi dengan yakin.

“Anjriiittt..” jerit gue dalam hati, gue di bonceng motor bebek sambil megang pager setinggi 3 meter, mending kalo deket, lah ini.. 4km.


 Gue diam sebentar, “kalo misalkan gue nolak, ini pager engga ada yang ngambil, kalo misalkan gue yang megang, gimana caranya?!” akhirnya..


“Gimana?!.” Jerit fahmi

“Oke gue yang megang, tapi awas elu hati-hati bawa motornya!.”

“beres..”

                Fahmi pun mengambil kunci motor punya umiew, dan mulai men-Stater motor kharisma 125cc andalannya umiew,

5 Menit motor di-Stater,

10  Menit motor di-Stater

15 Menit motor di-Stater.


“Elu bisa bawa motor ga sih?!”

“Bentar jom, hidup itu ga ada yang instan, ini bukan mie, semuanya juga butuh perjuangan.”


Akhirnya motor umiew pun nyala, dan kami berdua pun berangkat menuju tempat pengambilan pager


*Ketika di perempatan jalan*


Kreeet... Kreeet...


“Elu ngapain?.” Tanya gue.

“Mampus, rem belakangnya blong.” Kata fahmi

"Lu jangan becanda dong.”

“Kampret, elu liat sendiri nih.” Kata Fahmi sambil mengijak rem belakang.

“TERUS GIMANA?? AAAAKK!! ITU ADA AKI-AKI MAU NYEBRANG!!.” Jerit gue.


Fahmi pun mengoper gigi, ke gigi rendah, menarik full gas, dan membanting stang motor ke arah kanan.



Ngueeeeeng.....
 

Aki aki yang tadi nyebrang pun ga jadi fahmi tabrak, jantung gue ga karuan di bonceng sama dia.

Setelah melewati perjalanan yang mencekam, akhirnya kami berdua pun sampai di tempat pengambilan pager, gue lemes liat ukuran pager,


“Pak, ini bisa di bawa pake motor ga?.” Tanya gue lemes.

“sebenarnya sih ga bisa,tapi.. gini aja bawanya...”


Terang si bapak, sambil membantu gue buat megang pager. Setelah duduk sambil megang pager gue kaget setengah mati, si monyet (Re: Fahmi) langsung narik handle gas.


“nyet!! Pelan-pelan nyet!!” jerit gue

“iya, iya.. santai aja kalem” seru fahmi


Santai santai ketek lu ubanan!!. Gue yang megang pager, duduk susah pula, elu cuman bilang santai, gue mana bisa santai!!, serasa pengen gue gantung dia di pager.

Setelah capek jerit – jerit sepanjang jalan, Akhirnya.. kita berdua sampai, alhamdulillah selamat dan fahmi ga jadi gue gantung, karena ga ada yang bawa motor nantinya.

Pager pun gue simpen dan gue cat, terus melanjutkan kesibukan gue sebagai anggota dari regu gue, setelah semuanya selesai untuk hari ini, tidak terasa gelapnya malam telah menghampiri, dan gue harus pulang, karena gue harus sekolah.





*Musik di playlist gue pun berganti. Saat ini lagu yang gue dengar  adalah “kisah klasik – Sheila on 7”*



Masa- masa seperti ini lah yang bakal menjadi sebuah memory yang tersimpan indah di dalam kepala kita, sebuah moment yang membuat kita mengerti apa arti dari pertemanan, persahaban, percintaan dan kasih sayang. Yap.. Masa – masa sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar