Selasa, 13 Agustus 2013

Pengalaman khusus bersama berak

Cerita pertama dimana MOPD telah di lakukan adalah pemilihan struktur organisasi kelas dimana pemilihan KM atau Ketua Murid di laksanakan dan beruntung sekali gue ini gak terpilih pada saat pemilihan di lakukan dan ini membuat gue bisa merasakan bagaimana indahnya menjadi seorang murid yang tidak memiliki jabatan di kelasnya dan yang menjadi ketua gue adalah manusia yang memiliki nama panjang Muhamad Azmy Pamungkas atau yang sering manusia-manusia penghuni kelas 7f itu panggil “de asmi” dia laki-laki jantan yang tomboy, yang memiliki banyak fans dan memakai kacamata layaknya penyanyi legendaris dari club sepak bola yang bernama Afgan.
De asmi ini selalu menjadi bahan di kelasnya juga dia selalu di kerjai oleh manusia-manusia aneh yang menghuni kelas 7f, tapi dia selalu sabar dan kata-kata yang selalu dia katakan ketika dia di kerjai yaitu “alah” (Re: lidah menempel di dinding rongga mulut) seorang KM yang selalu menjadi bahan bully di kelas itu memang aneh atau bisa di bilang tidak berperikeKMan sehingga de asmi ini hanya kuat  menjabat selama 6bulan lebih 2minggu menyedihkan memang, yang lebih menyedihkannya gue yang menggantikan dia, dan gue kembali menjadi Kacung (Re: KM).

Begitu banyak cerita-cerita berkesan selama gue duduk di bangku kelas 7f ini salah satunya yaitu gue memiiki banyak teman dan cerita. ketika dia mau mengikuti kemping karena pada kelas 7 di sekolah gue di wajibkan untuk mengikuti pramuka alhasil gue menjadi anak pramuka. Seperti lazimnya bocah yang mau ikut camping gue sibuk mencari barang-barang entah itu kelompok atau pribadi dan gue pun menemukanya. Barang-barang yang sudah terkumpul itu gue susun sedemikian rapihnya,
Dan H-1 camping itu pun tiba, gue menginap di rumah fahmi sodara yang sama-sama ironi nya itu, kebetulan karena jarak rumah si fahmi ke sekolah itu lebih deket di banding jarak gue ke sekolah. Dan.. ketika pada malam hari dimana manusia pada umumnya tidur, perut gue serasa lagi di tusuk pake besi panas yang ujungnya runcing. Gue pun terbangun sampai sampe gue berak di malam hari itu, tapi berak gue itu gak seperti berak pada umumnya berak gue ini seperti layaknya sebuah sambal yang kedaluarsa, setelah selesai guepun kembali tidur,dan berharap gak mules lagi, tapi gak berapa lama gue pun kembali mules dan berak kembali, tetapi ketika sedang konsetrasi dan berjuang membuang hajat, gue merasa mual dan setelah beraknya selesai gue kembali ke kamar.

Setelah di kamar gue serasa mau muntah dan akhirnya muntah dan kembali tidur.

Ke esokan harinya gue di bawa ke rumah sakit dan di rawat selama 3 hari. Otomatis gue gak ikut camping  seperti layaknya anak kelas 7 di sekolah itu lakukan dan belakangan ini ternyata gue di rawat di rumah sakit itu karena gue terkena muntaber. Dan penyakit ini yang gue rasa paling mengesankan karena bukan hanya derita tidak mengikuti kegiatan pramuka atau camping gue juga mengalami pengalaman khusus bersama berak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar